Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Makna di balik kata “ Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!”


Ada Makna di balik kata “ Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!”
pixabay



Bagaimana rasanya jika anda berada di dalam pesawat atau dikendaran lain namun didalam perjalanan ada kendala seperti cuaca yang tidak mendukung. Kalau dijalan mungkin ban mobil atau sepeda motor kalian akan terasa licin saat mengenai aspal dijalanan. Nah, kalau dipesawat terbang pramugari nya akan berkata, “ Bapak Ibu, saat ini kita sedang dalam kondisi cuaca yang tidak seimbang. Pastikan anda sudah mengencangkan sabuk pengaman anda.”

Saya yakin mulut kita akan komat-kamit melantunkan doa dan tangan pasti meremas pegangan kursi dipesawat.  Diantara kita pasti akan ketakutan saat pesawat mengalami apa yang dinamakan turbulensi. 

Turbulensi ialah gejolak massa udara yang bergerak secara tidak beraturan ke segala penjuru arah dan sering menjadi penyebab terjadinya pada goncangan pesawat. Turbulensi sendiri terjadi akibat beberapa faktor, seperti : Perbedaan temperatur suhu, densitas udara yang berbeda-beda, dan stabilitas yang terdapat diudara.

Hal ini sangat berbeda jika kita naik kendaraan darat seperti mobil. Saat naik mobil, kita sadar jika mobil dalam keadaan darurat atau oleng. Kita bisa menerobos keluar lewat pintu mobil. Begitu juga dengan motor kita langsung loncat dan menyelamatkan diri. Tapi jika kita didalam pesawat? Bagaimana mau loncat?

 

Mengalami Critical Eleven di dalam Pesawat

Pernahkah anda ketika bepergian menggunakan pesawat mengalami critical eleven? Atau pernahkah anda mendengar kata Critical Eleven  itu sendiri?


Critical Eleven ialah sebuah peristiwa yang cukup menegangkan selama sebelas menit di pesawat. Nah, anda pasti bertanya kapan peristiwa sebelas menit itu terjadi? Peristiwa Critical Eleven itu terjadi ialah saat tiga menit setelah pesawat dalam keadaan Take Off dibandara dan delapan menit sebelum 


Landing atau mendarat dibandara yang dituju.


Biasanya selama peristiwa sebelas menit yang menegangkan tersebut, awak kabin dilarang untuk saling berkomunikasi dengan pilot yang bertugas di kokpit pesawat terkecuali dalam perihal yang dianggap darurat.


Hal ini dikarenakan, pilot yang bertugas harus berkonsentrasi dan melakukan kontak komunikasi secara intensif dengan Air Traffic Controller ( ATC ) untuk mengendalikan pesawat dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Menurut data statistik yang dilakukan menjelaskan bahwa ada sekitar 80 persen kecelakaan pesawat yang terjadi pada saat rentang waktu sebelas menit yang sering dikenal dengan Critical Eleven.


Untuk menghadapi situasi Critical Eleven, seluruh awak kabin biasanya memberikan arahan bagi para penumpang pesawat seperti untuk mematikan ponsel, menutup meja, menegakkan sandaran di kursi pesawat, membuka tirai jendela, dan selalu menggunakan sealt belt. Aturan ini berguna untuk mendukung jalannya proses evakuasi apabila terjadi hal-hal yang dianggap darurat, dan berfungsi juga untuk menunjang keselamatan para penumpang.


Jika anda berada didalam pesawat dan mengalami peristiwa critical eleven. Lantas apa yang anda perbuat? Kita mesti berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar perjalanan kita lalui lancar dan selamat. Namun jangan lupa juga untuk mengikuti protokol standar keselamatan yang berlaku saat diperjalanan.


Jangan lupa selalu memberi kabar dengan orang yang tersayang

Buat anda yang mempunyai orang yang tersayang dirumah dan selalu menunggu anda pergi dan kembali dengan selamat jangan lupa selalu memberikan kabar saat di perjalanan. Memang kata-kata yang dikeluarkan saat berpisah dan mengabari di perjalanan itu terasa sangat simple. Namun itu akan berarti buat anda dan orang yang tersayang yang selalu menunggu anda.


Apa salahnya mengucapkan, “ Tunggu aku lagi didalam pesawat” atau “ Tunggu aku lagi nyetir di mobil”. Kata-kata itu sungguh simple namun memiliki makna yang besar.


Orang yang tersayang dirumah entah itu orangtua, istri/suami, anak, bahkan teman dan kerabat lainnya akan merasakan kekahawatiran yang berlebih jika anda tidak memberikan kabar sedikit pun mengenai perjalanan anda.


Contoh nya saya.  Pak Endek mempunyai seorang ibu yang sangat khawatir dan selalu cemas apabila Pak Endek bepergian jauh. Saat di perjalanan ibu Pak Endek tidak henti-hentinya menelpon dan mengucapkan, “ Hati-hati nak!! Jangan lupa doa!!”. Kata itu memang terdengar sederhana namun makna nya besar. Maknanya Ibu Pak Endek memiliki rasa sayang dan kekhawatiran apabila terjadi apa-apa disaat perjalanan.

Lantas, tegakah anda melihat seorang yang tersayang selalu menunngu cemas dan khawatir? 


Memberikan kabar juga bisa berfungsi untuk melacak keberadaan anda jika anda mengalami sebuah kejadian yang tidak diinginkan terjadi atau tersesat dijalan. Maka dari itu, jangan lupa selalu mengabari jika ingin pergi. Ingat ada sosok yang selalu menunggu kehadiran anda dengan selamat.


Belajar dari Peristiwa Jatuhnya Pesawat Maskapai Sriwijaya Air SJ-182


Kemarin kita dihebohkan dengan permberitaan yang sangat viral, dan sangat menyentuh hati segenap seluruh rakyat Indonesia. Pada awal tahun 2021 Indonesia banyak sekali ditimpa cobaan salah satu diantaranya bencana tragedi kecelakaan jatuhnya pesawat Maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan Sj-182 dengan rute penerbangan Jakarta- Pontianak.


Dilansir dari detik.com, Pesawat Hilang kontak dan dipastikan jatuh terjadi pada tanggal 9 Januari 2021. Tim penyelam baru berhasil menemukan Kotak Hitam ( Black Box ) dan rekaman penerbangan atau Flight data recorder ( FDR ) tiga hari setelah jatuhnya pesawat. 


Ada Makna di balik kata “ Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!”
pixabay



Menurut kronologinya Pesawat Sriwijaya Air 182 Hilang Kontak terjadi pada pukul 14.36 WIB yaitu saat Pesawat Sriwijaya Air 182 lepas landas dari Bandara Soetta ( Soekarno- Hatta ) menuju pontianak, Pukul 14.37 WIB Pesawat tersebut berada di ketinggian sekitar 1.700 Kaki dan diizinkan untuk naik ke ketinggian 29.000 kaki, lalu Pukul 14.30 WIB Pesawat mengalami Hilang Kontak dari radar dengan data terakhir tidak ke arah 075 derajat tetapi berada di arah Barat laut.


Baru selang beberapa kemudian, Menteri Perhubungan Budi Karya memastikan pesawat dengan maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute DKI Jakarta- Pontianak  jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta tepatnya tidak jauh dari pulau laki.


Dari peristiwa tersebut kita mengambil hikmah bahwa bencana dan maut bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja. Dari sinilah kita harus mengerti bahwa ada makna dibalik kata “ 


Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!!”. Sekali lagi walau itu terlihat simple diucapkan. Namun kata tersebut sangat berarti bagi sanak-keluarga dan orang yang tersayang yang telah menunggu kita untuk kembali ke rumah.


Bayangkan saja, anda atau siapapun yang membaca tulisan ini, merupakan salah satu keluarga dari korban jatuhnya pesawat ini. Lantas apa yang dirasakan? Jawab sendiri didalam hati anda.


Sangat menyedihkan jika harus berpisah


Sanak-keluarga bahkan orang-orang yang tersayang akan merasah sedih, pilu bahkan terpukul jika kita berpisah dengan mereka. Bayangkan jika saat dalam perjalanan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri kita bahkan keluarga kita yang mengakibatkan kematian. 


Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja. Terlebih lagi dalam perjalanan. Dengan mengingat kematian mebuat hidup ini memiliki sebuah makna dan nilai yang besar. Mungkin saja kita yang masih diberi nafas oleh Yang Maha Kuasa ini ada rasa penyesalan kepada orang yang telah pergi mendahului kita.


Bahkan saat ini kita sering sekali menyepelekan waktu. Masih banyak kesempatan yang ada pada diri kita. Jadi manfaatkan lah waktu dan kesempatan yang ada ini, kita tidak akan tahu sampai kapan kita bisa berkumpul bersama. Lakukan hal yang sangat terbaik pada orang yang tersayang, selagi masih ada kesempatan yang diberi. Sehingga, tidak ada penyesalan yang datang diaat waktunya pergi.


Mungkin dari segelintir peristiwa kecelakaan, bahkan melihat orang-orang yang telah pergi mendahului. Pak Endek akan paham sangat berartinya kata : “ Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!”


Selamat Membaca,

Salam Manis. 


3 komentar untuk "Ada Makna di balik kata “ Kalau Sudah Sampai, Kabarin Ya!”"

  1. Iya sih kak ada makna tersendiri dari kata itu, apa lagi jika sudah punya pasangan, wkwkw viss yaa

    BalasHapus